Anak band cari makan :

Kami bergerak di bidang seni hiburan (entertainment). Menerima order dalam format band (untuk acara hiburan, product image, olah raga, pentas seni), pembuatan jinggel (jingle) iklan (baik iklan komersil, layanan masyarakat, maupun parpol), soundtrack film/sinetron dll.
Kontak person/marketing/pemasaran : Andi "Boy" (081514739672) ; Yohan "Karyo" (02133374745)

Kamis, November 27, 2008

"ADVERTISING" Anak band cari makan

Kami bergerak di bidang seni hiburan (entertainment). Menerima order dalam format band (untuk acara hiburan, product image, olah raga, pentas seni), pembuatan jinggel (jingle) iklan (baik iklan komersil, layanan masyarakat, maupun parpol), soundtrack film/sinetron dll.

Kontak person/marketing/pemasaran :
Andi "Boy" (081514739672) ; Yohan "Karyo" (02133374745)

Rabu, November 19, 2008

Daftar Stasiun Radio

Seperti dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_radio_di_Indonesia#Jakarta

Jakarta
AM :

  • Suara Melin Perdana, PT, 603 AM, KBR68H Jakarta[23]
  • Sekuntum Bunga Yonina, PT, 666 AM, Radio SBY Jakarta
  • Tona, PT, 702 AM, Batak's Radio Station - Jakarta
  • Gracia, PT, 720 AM Jakarta
  • Radio Suara As Syafi'iyah, PT : AM 792 Khz
  • Buana Komunika, PT, Radio Univ. Mercu Buana, 810 AM Jakarta
  • Puspa Dwi Cipta Swara, PT, 936 AM, P2SC Jakarta
  • RRI 999 AM Jakarta
  • Suara Multazam, PT, 1026 AM Jakarta
  • Siaran Pusat Cendrawasih, PT, 1062 AM Jakarta
  • Suara Mega Asri Indonesia, PT, 1080 AM Jakarta
  • Perkumpulan Mahasiswa Univ. Tarumanagara - 1098 AM Jakarta
  • RRI 1332 AM Jakarta
  • Ragesa Radio AM 1458 Khz
  • Hana Citra Swara Jakarta, PT, 1494 AM Jakarta

FM :

  • Hard Rock FM: 87,6 MHz [24]
  • Mustang FM: 88,0 MHz [25]
  • Arief Rahman Hakim (Global Radio): 88,4 MHz
  • RRI Jakarta Pro 3: 88,8 MHz [26]
  • Green Radio: 89,2 MHz [27]
  • I-Radio: 89,6 MHz [28]
  • Elshinta: 90,0 MHz [29]
  • Cosmopolitan FM: 90,4 MHz [30]
  • Suara Gema Pembangunan Utama (SP FM): 90,8 MHz
  • RRI Jakarta Pro 1: 91,2 MHz [31]
  • Indika Milenia (Indika FM): 91,6 MHz [32]
  • Radio Sonora: 92,0 MHz [33]
  • PAS FM: 92,4 MHz [34]
  • PAS FM Jakarta 92,4FM; Surabaya 104,3 FM; Semarang 106FM; Solo 90,9FM [35]
  • RRI Jakarta Pro 4: 92,8 MHz [36]
  • MD FM(Merpati Dharmawangsa FM): 93,2 MHz. Pada tahun 1980-1999 berdiri dengan nama Suara Kejayaan, Pada tahun 2003 kembali berdiri dengan nama Sentra Komedi atau lebih dikenal sebagai "Radio SK",
  • MERSI FM: 93,9 MHz
  • Garda Asia Bumi (Woman Radio): 94,3 MHz
  • U FM (Agustina Yunior): 94,7 MHz [37]
  • KIS FM: 95,1 MHz [38]
  • Radio Alaikassalam Sejahtera Jakarta PT.(RAS FM): 95,5 MHz
  • Smart FM: 95,9 MHz [39]
  • Radio Pelita Kasih (RPK FM): 96,3 MHz [40]
  • Swara Rhadana Dunia (Radio A): 96,7 MHz com
  • Radio Dangdut-TPI: 97,1 MHz
  • Radio Kayumanis: 97,9 MHz [41]
  • Gen FM : 98,7 FM com/
  • Delta FM: 99,1 MHz net
  • Female Radio: 99,5 MHz [42]
  • Classical, News and Jazz (CNJ Radio): 99,9 MHz [43]
  • Radio El-Gangga: 100,3 MHz - Bekasi
  • 101 Jak FM: 101,0 MHz [44]
  • Trax FM: 101,4 MHz [45]
  • Terik Matahari Bahana Pembangunan PT, Radio Bahana 101,8 FM
  • Prambors FM: 102,2 MHz [46]
  • Camajaya Surya Nada, PT - Radio Camajaya: 102,6 Jakarta
  • Pop FM Jakarta: 103,0 MHz pls
  • Taman Mini, PT (D Radio): 103,4 FM Jakarta
  • Pesona Gita Anindita, PT - Pesona FM: 103,8 Jakarta
  • IMAX - Community Radio FM 104,0 Cijantung - Jakarta
  • Media Suara Trisakti, PT FM: 104,2 Jakarta [47]
    Trijaya Shakti, PT FM: 104,60 Jakarta [48]
  • RRI Jakarta Pro 2 (Pro 2 FM): 105,0 MHz [49]
  • Niaga Chakti Bhudi Bhakti, PT - CBB FM: 105,4 FM Jakarta
  • Ramako Jaya Raya, PT. Ramako FM: 105,8 FM - Jakarta [50]
  • Benz Radio:106,2 FM Jakarta
  • Sabda Sosok Sohor, PT Radio Muara: 106,6 FM Jakarta
  • Suara Metro (Polda Metro Jaya): 107,8 FM

Banten

  • Heartline FM: 100,6 MHz [51]
  • EMC Radio PT, El Mizan 93,6 FM
  • Suara Tunggal Angakasa Raya, PT - STAR FM: 107,3 FM - Kota Tangerang - Banten
  • Bergaya Nyanyian Irama Sejati, PT - Bens Radio: 106,2 FM - Ciputat - Kab. Tangerang, Banten
  • PBS FM (Pahla Buana Sakti): 104,8 FM - Kota Serang - Banten
  • TOP FM : 91,8 FM - Kota Cilegon - Banten
  • Banten FM : 95,3 FM - Kota Cilegon - Banten
  • Harmoni FM : 98,1 FM - Kota Serang - Banten
  • Krakatau FM : 93,7 FM - Labuan - Banten
  • Radio Citra Mega Swara (Megaswara FM) FM 91,4 MHz - Serang
  • Dimensi FM : 94,9 FM - Kota Serana - Banten
  • Pimas FM : 97,7 FM - Kawasan Industri Serang Timur Cikande
  • HOT Radio : 88,2 FM - Kota Serang - Banten
  • Radio Siaran Pemerintah Kota Cilegon : 98,8 FM - Kota Cilegon - Banten
  • Radio Siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Serang : 101,6 FM - Kota Serang - Banten Radio Siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang : 97,3 FM - Pandeglang - Banten

Bekasi

  • Gaya: 93,60 MHz
  • M2 Radio : 94,00 Mhz
  • Radio Elgangga : FM 100,3 MHz,
  • Radio Dakta: 107,00 MHz

Bogor

  • Agri FM 107,7 Mhz [52]
  • Radio Siaran Pemerintah Kota Bogor FM 89,4 MHz
  • Radio Kancah Irama Suara Indonesia (KISI) FM 93,4 MHz
  • Radio Tegar Beriman (Pemerintah Kabupaten Cibinong) FM 95,3 MHz
  • Radio Ika Lesmana FM 100,1 MHz
  • Radio Citra Mega Swara (Megaswara FM) FM 100,8 MHz
  • Radio Swara Irama Kusuma Sena (Radio Elpas) FM 103,6 MHz
  • Radio Swara Lidya Sari (Radio TABIR) FM 104,0 MHz
  • RRI Bogor Pro-1 FM 106,8 MHz
  • RRI Bogor Pro-3 FM 107,5 MHz
  • Mitra Carita 16, PT - Music City (MC): 107,5 FM - Cimanggis

Selasa, November 18, 2008

Tips Memilih & Membeli Gitar


oleh: Jubing Kristianto
http://jubingfantasy.multiply.com/journal/item/4
-----------------------------
Anda baru saja memutuskan hendak belajar bermain gitar? Atau sudah memelajarinya namun masih memakai gitar pinjaman untuk berlatih? Sebaiknya Anda segera menyisihkan isi dompet untuk membeli gitar. Bagaimanapun, sebagai calon gitaris, idealnya Anda mesti memiliki gitar sendiri. Pertanyaan yang kemudian muncul, bagaimana kita bisa tahu gitar mana yang terbaik untuk kita?
Ya, membeli gitar memang memerlukan kejelian khusus. Pasalnya, rentang harga dan kualitas gitar jauh lebih beragam ketimbang alat musik lain. Gitar bermerek yang termurah harganya sekitar Rp 400 ribuan, namun sebuah gitar hand-made karya seorang luthier ternama bisa mencapai puluhan ribu dolar AS! Diperlukan pula kejelian untuk menguji/membandingkan kualitas gitar-gitar yang bakal kita beli. Sebab, bisa saja terjadi, sebuah gitar yang harganya lebih murah justru lebih bagus ketimbang yang lebih mahal. Bila kita tak punya kejelian ini, tentu bisa rugi.
Cara paling aman tentu saja adalah dengan minta bantuan teman yang sudah lebih berpengalaman dalam bermain gitar (atau lebih baik lagi, seorang guru gitar) menemani Anda memilihkan gitar yang paling pas untuk Anda. Tentunya hal ini tak selalu bisa kita lakukan. Jika demikian halnya, apa boleh buat, kita mesti "berburu" sendirian. Untuk itu ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda pertimbangkan.

(1) BERAPA DANA YANG TERSEDIA?
Ada cerita, seorang murid gitar ingin membeli gitar agak bagusan, namun orang tuanya keberatan. "Ah, cuma gitar gitu aja ngapain mesti mahal-mahal." Jadinya si anak dapat gitar yang harganya ratusan ribu rupiah (padahal mereka sangat mampu membelikan yang lebih bagus). Ironisnya, si anak baru saja dibelikan ponsel seri terbaru. Harganya? Jutaan rupiah. Situasi seperti ini bisa terjadi di sekolah musik mana saja.
Kualitas gitar menjadi penting karena ia akan menjadi penentu kemampuan Anda, baik dari segi teknik ataupun musikalitas. Tentu saja, kita memang mesti sesuaikan dengan kebutuhan maupun kemampuan keuangan kita. Bila kita betul-betul pemula, tentu akan terasa berlebihan bila langsung membeli gitar yang harganya puluhan juta rupiah. Di sisi lain, jangan pula terlalu pelit. Anda tentu tak ingin merusak kepekaan jari, pendengaran, serta musikalitas Anda gara-gara memakai gitar murahan.
Tak bisa dipungkiri, di berbagai toko musik gitar bermerek Yamaha masih mendominasi terutama untuk tipe-tipe pemula yang diproduksi di Indonesia. Harganya berkisar ratusan ribu rupiah, tergantung tipenya. Bila Anda betul-betul pemula, disarankan untuk memilih gitar dari jenis ini. Tapi sebaiknya ambil tipe yang agak di atas, jangan yang terlalu bawah.
Bila Anda sudah berada di tingkat lanjut, apalagi mahir, tentu perlu gitar yang lebih serius. Toko-toko musik di kota-kota besar biasanya menyediakan gitar tipe-tipe menengah ini. Mereknya meliputi Yamaha, Prudencio, Aria, dan sebagainya. Harganya di atas dua juta hingga lima jutaan rupiah.
Nah, bagi yang sudah berada di jalur yang lebih serius, entah itu sebagai pendidik, player, pehobi serius, ataupun kolektor, biasanya mereka akan memerlukan gitar yang lebih tinggi lagi kelasnya. Dari yang semi hand-made hingga yang betul-betul hand-made. Kelas inilah yang kisaran harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah, bahkan di atas seratus juta rupiah. Mereka jarang sekali dijual di toko-toko musik umum di Indonesia. Kebanyakan pemilik gitar-gitar kelas ini membeli di luar negeri atau lewat internet. Tak sedikit pula yang membelinya dari pemilik yang lama. Biasanya dari para guru gitar bisa didapat informasi tentang siapa yang mau menjual atau membeli. Terkadang, kita juga bisa memesannya lewat toko musik yang ada di sini.
Apa kelebihan gitar-gitar mahal ini dibanding gitar-gitar untuk pemula? Ini sama seperti pertanyaan, apa sih kelebihan dari sebuah piranti hi-fi yang canggih dan mahal dibanding sebuah mini compo? Toh sama-sama untuk mendengarkan musik? Atau, apa sih kelebihan sebuah Jaguar ketimbang Kijang? Toh sama-sama mobil dan bisa berjalan?
Satu hal yang pasti, dari segi fisik, gitar-gitar untuk pemula biasanya memakai kayu lapis untuk bahan bodinya. Sedangkan gitar yang lebih bagus menggunakan kayu. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas suara. Anda mesti coba dan bandingkan sendiri untuk memahaminya. Gitar kayu pun suaranya akan makin bagus bila makin sering dimainkan. Sedangkan gitar dari kayu lapis suaranya begitu-begitu saja.Yang mana pilihan Anda, tergantung pada kebutuhan dan isi kantong. Anda yang paling tahu.

(2) BAGAIMANA KONDISI FISIKNYA?
Periksa seluruh bagian dan pastikan tidak ada bagian yang kendor atau lepas. Guncang-guncangkan untuk mengetahuinya. Bila tidak ada suara apa-apa, berarti aman. Periksa putaran senar di kepala gitar, berfungsi atau tidak. Lihat juga kondisi permukaan soundboard atau sisi depan dan belakang gitar, apakah ada yang retak atau tergores.
Berikutnya, periksa leher (neck) gitar. Pastikan kondisinya lurus, tidak melengkung. Caranya, angkat pantat gitar hingga ke depan wajah Anda. Usahakan sisi depan gitar sejajar dengan mata Anda. Dari situ, luruskan pandangan Anda ke arah kepala gitar. Bila leher terlihat melengkung, cari gitar yang lain.

(3) SEPERTI APA KUALITAS SUARANYA?
Beres dengan leher, setem-lah gitar. Anda bisa minta bantuan staf toko untuk menyetemnya. Mainkan semua not pada tiap fret (bilah-bilah logam tipis di permukaan leher gitar), dan di semua semua senar. Pastikan semua menghasilkan nada yang tepat, tidak sumbang, atau samar-samar mengandung nada-nada lain. Semua not ini idealnya menghasilkan volume yang sama saat dipetik dengan kekuatan yang sama. Jangan sampai ada not-not yang lemah volumenya, sementara not di fret sebelahnya lebih kencang. Untuk pemeriksaan yang satu ini idealnya memang dilakukan teman yang mengerti gitar, atau setidaknya mengerti musik, terutama bila Anda benar-benar buta musik.
Pastikan juga tidak ada satu pun not yang pecah (buzzing). Bunyi tak nyaman ini biasanya muncul bila senar membentur fret saat bergetar. Penyebabnya bisa karena fret yang terlalu tinggi atau karena action (jarak senar ke permukaan leher) yang terlalu rapat/kurang renggang.

(4) NYAMANKAH JARI-JARI SAYA?
Kondisi gitar bagus, suaranya pun balance semua, nadanya tak ada yang sumbang, lalu apa lagi? Coba mainkan. Jika belum bisa, coba tekan sebuah fret dan bunyikan notnya. Lakukan pada fret-fret lainnya. Apakah Anda harus menekan dengan sangat keras agar bisa menghasilkan nada yang bersih? Ataukah cukup menekan ringan saja?
Semakin berat Anda harus menekan, semakin cepat pula jari-jari kita lelah saat bermain. Tentunya kita lebih suka gitar yang tidak harus ditekan kelewat keras. Selain lebih nyaman, jari-jari juga bisa bergerak lebih lincah. Kenyamanan jari kiri ditentukan oleh action. Tentang action, disarankan untuk memilih gitar yang action-nya tidak terlalu renggang. Sebab, semakin renggang, semakin besar pula tenaga yang diperlukan jari kiri untuk menekan senar. Kendati demikian, pemilihan tingkat action ini terkadang juga tergantung selera gitaris. Karena ada pula yang menyukai action agak tinggi untuk mendapatkan membal senar yang lebih responsif.
Tipe senar juga bisa memengaruhi kenyamanan jari. Senar tipe hard-tension tentu memerlukan tenaga jari lebih besar untuk menekannya ketimbang yang normal-tension. Tentang senar, sudah pernah dibahas khusus pada edisi terdahulu. Bila Anda berniat mengganti senarnya, jangan pernah ganti senar nilon dengan senar logam. Sebab, tegangan dari senar logam jauh lebih besar daripada senar nilon. Gitar akustik nilon tidak didesain untuk menahan tegangan sebesar itu.

(5) SUKAKAH SAYA PADANYA?
Ini memang agak subyektif. Namun bisa saja terjadi seperti ini: semua pertanyaan di atas tadi bisa terjawab dengan baik, dengan kata lain gitar ideal sudah Anda temukan. Anehnya, Anda tidak bisa menyukainya. Ada sesuatu yang menyebabkan Anda kurang sreg dengan gitar ini. Jangan paksakan. Coba gitar yang lainnya lagi. Sayang bukan jika Anda sudah membelinya tapi tak pernah disentuh. Itu sebabnya, ada yang berpendapat, mencari gitar itu seperti mencari jodoh!
Bagaimana bila kita tak bisa juga menemukan sang gitar ideal? Cobalah meminta staf toko mengeluarkan stok-stok setipe dari gudangnya. Sering terjadi, meski dari tipe dan harga yang sama, dua gitar bisa memiliki kualitas yang jauh berbeda. Kita tak akan pernah tahu bila tak membandingkannya. Bila semua stok sudah dicoba dan masih belum ada yang bagus? Pilihan pertama, cari tipe yang sekelas lebih tinggi dari itu. Tentunya bila dananya ada. Bila tidak, terpaksa Anda cari ke toko lain untuk mencari lagi.
Apa pun kelas gitar yang Anda cari, persyaratan-persyaratan di atas berlaku. Tentu saja, semakin mahal tipe gitar, semakin bertambah persyaratannya. Pada gitar-gitar kelas atas, penilaian terumit dan paling subyektif adalah perihal karakter suara seperti halnya pada manusia. Sebagai contoh, ada sejumlah karakter yang kerap digunakan: cerah-ceria, anggun-berwibawa, berat-kering, lembut-ringan, dan masih banyak lagi. Penjabarannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Hanya dengan mendengar langsung suara gitar bersangkutan kita bisa memahaminya. Mana yang bagus? Semuanya terpulang pada minat dan selera kita. Selamat mencari "jodoh"!
***
(Artikel ini pernah dimuat di majalah "Staccato" tahun 2005)

Cara Memilih Kabel Audio Yang Baik


Bagaimana memilih dan membeli kabel untuk komponen audio loe?Tentunya kabel yang mahal pastilah yang bagus bukan?Apakah semua kabel sama saja, dan tidak mempengaruhi kualitas audio/video?

Ada berbagai pendapat tentunya, namun seiring dengan semakin kritisnya audiophile dan canggihnya peralatan yang dijual saat ini. Ngga ada salahnya buat loe mengetahui cara yang terbaik dalam memilih kabel. Sehingga loe bisa memilih kabel yang tepat dalam hal kualitas maupun harga. Dan tentunya kabel yang loe beli dapat memaksimalkan hasil reproduksi gambar dan suara dan kelebihan budget dapat loe alokasikan untuk membeli perangkat, aksesori maupun menembah koleksi CD/DVD loe tentunya.

Dan idealnya sebuah kabel berfungsi sebagai penghantar gelombang listrik yang tidak boleh menambah atau mengurangi karakter sinyal yang di hantarkan. Tapi di dunia nyata nilai tambah dalam memilih kabel yang tepat tentunya selain sebagai penghubung dua komponen elektronik juga harus dapat menciptakan sinergi di antara dua komponen elektronik yang dihubungkan.Kenapa ? Karena sampai saat ini manusia belum dapat menciptakan kabel yang ideal, sehingga loe boleh mengabaikan teori dunia ideal bahwa kabel yang baik adalah penghubung ideal yang tidak mengubah sinyal listrik yang dihantarkan.

“Nah gimana memilih kabel yang paling tepat dan sesuai untuk menghubungkan komponen-komponen yang loe miliki sehingga menghasilkan output cocok di telinga loe secara maksimal? ”
Berikut strategi ampuh untuk loe dalam memilih dan membeli kabel.

1. Analisa selera loe
Mulailah analisa apa yang loe inginkan. Gimana selera musik loe ? Bagaimana warna musik yang ingin loe dengar? manis? hangat? lembut? dinamik? natural? Suara vokal yang terkesan lebih maju? Sound Stage yang lebar? Trebel yang open? Terkadang istilah tersebut diatas dapat dengan mudah dipelintir misalnya treble yang open di istilahkan menjadi suara yang terang atau sound stage yang maju di istilahkan menjadi suara yang menyerang.

Untuk itu percayakan selera loe di tangan loe sendiri. Dan mulailah buat catatan singkat mulai dari daftar lagu kesayangan loe. misalnya: Loe ingin mendengar suara cello yang airy, woody dan tebal, Loe ingin mendapat sound stage live show dari sebuah Jazz Club dan seterusnya. Catatan loe ini disebut tabel selera dan harapan.

2. Analisa karakter komponen dan harmonisasikan dengan kabel loe
Ada beberapa pedoman sederhana untuk hal ini :
- Teliti spesikasi besaran output dan input komponen loe. Buatlah catatan singkat. catatan loe ini disebut tabel input-output.
- Dengar baik – baik karakter tiap komponen yang loe miliki dengan memakai kabel yang tersedia. Mulailah dari speaker. Buatlah catatan singkat. Catatan loe ini disebut tabel karakter komponen.
- Setelah itu buatlah tabel perubahan. Karakter CD: trebel kurang open > treble open dan halus dan seterusnya. Tabel ini loe sebut tabel perubahan.

3. Analisa ruang dengar loe dan harmonisasikan dengan kabel loe
Bagaimana dengan ruang dengar loe? Luas atau sempit? berakustik baik atau seadanya?Pemasangan kabel: teratur atau tidak teratur? Apakah kabel yang loe pasang melewati medan listrik lain atau tidak dan yang tak kalah penting adalah posisi sound sistem dan posisi duduk loe serta panjang kabel yang dibutuhkan. Buatlah catatan singkat. Catatan loe ini disebut tabel ruang dengar.

4. Analisa spesifikasi kabel
Cobalah minta keterangan spesifikasi kabel yang loe taksir. Loe bisa mencari informasi di penjual kabel, di catalog produk , majalah audio atau di internet. Pada dasarnya ada empat hal yang mendasar yang perlu anda amati yaitu : Konduktor, geometri kabel, bahan dielektrik dan konstruksi dielektrik dan konektor.

Bahan Konduktor dan penampangnya
Konduktor sebagai media penghantar listrik memiliki peran yang besar dalam menentukan kualitas kabel.

Bahan konduktor yang sering dipakai untuk kabel audio dapat dijabarkan sebagi berikut: Tough Pitch Copper, Metal Alloy Conductor, Oxygen Free Copper/Silver, Silver plated OFC, Single Crystal Copper/Silver.

Umumnya penampang konduktor yang ada adalah sebagai berikut:Penampang bundar, penampang persegi, penampang oval dan lainnya.

Geometri kabel :
Geometri pada kabel berperan sebagai solusi mengatasi problem skin efek, bunching efek, medan elektromagnetik dan banyak lagi. Dalam kabel audio dikenal beberapa geometri kabel seperti: geometri bipolar, geometri litz, geometri balance, geometri anyaman tikar, geometri hyper litz, geometri kepang dan lainnya.
Bahan Dielektrik dan konstruksinya
Bahan Insulasi atau sering disebut dielektrik berfungsi sebagai pelindung konduktor, yang mempunyai beberapa fungsi seperti: menghalau sinyal radio frekuensi, mengurangi problem skin efek, isolasi tegangan.Dielektrik yang sempurna adalah dielektik hampa udara, kemudian adalah dielektrik udara dan kemudian bahan dielekrik lain seperti: PVC, Plastic, FPE, PP, Teflon.
Konstruksi dielektrik juga beragam – ragam mulai dari kabel memakai kombinasi teflon dan gelembung udara, tiap lembar konduktor yang diisolasikan kemudian di pelintir baru kemudian di beri jaket dielektrik dan masih banyak lagi.

Konektor :
Konektor atau sering kita sebut jack, pin, spade dan banana sebagai ujung tombak kabel audio juga memegang peran yang penting. Semakin baik bahan konduktor dan konstruksi yang di gunakan konektor semakin baik pula tingkat efiensi transmisi sinyal audio loe. Pemasangan konektor harus rapat dan keras.
Pemahaman spesifikasi kabel dapat memaksimalkan budget vs performance dari kabel yang loe incar. Nah maka dari itu buatlah tabel spesifikasi kabel loe.

5. Analisa karakter kabel
Tentunya setiap kabel memiliki karakter masing – masing. Ada kabel yang berkarakter nada bass yang baik lemah dalam nada tinggi sehingga memberi kesan tumpul atau sebaliknya. Adapula kabel dengan karakter vocal yang manis tetapi memiliki detail yang kurang baik. Ada kabel yang dapat merespon musik dengan cepat tapi memiliki nada rendah yang kurang baik. Dan sebaiknya sebelum loe memutuskan untuk membeli kabel ada baiknya mencari informasi mengenai karakter kabel pada review – review kabel di majalah, internet dan sebagainya.

6. Analisa akhir
Setelah memiliki catatan tabel selera dan harapan, tabel input-output, tabel karakter komponen, tabel perubahan, tabel spesifikasi kabel, tabel karakter kabel. Kemudian teliti sekali lagi tabel – tabel tersebut. Dari situ loe dapat menarik kesimpulan akhir dengan bias yang mendekati nol.

Semoga dengan tabel catatan loe, dapat memudahkan loe dalam memilih dan membeli kabel yang cocok untuk loe. Cocok dari sisi harga, kualitas dan selera loe. Dan yang terpenting adalah loe terhindar dari problem salah memilih kabel seperti yang sering dialami oleh pembeli awam atau pemula. [Herwin Gunawan]

Tovan says: "Tengkyu friends...I love U so much!"

Dikutip dari http://wasabirock.multiply.com/journal
Apr 1, '07 8:43 PMfor everyone
Karna beberapa masalah... dua gitaris Wasabi, Tovan dan Leo gak bisa lagi bermain bersama-sama di dalam Wasabi :(sangat disayangkan... tp semuanya telah diputuskan,mereka mengundurkan diri tanpa paksaanTerima kasih yang sebesarbesarnya untuk Tovan dan Leo :)semoga Tovan dan Leo sukses! Wasabi akan tetap berdiri agar perjuangan kami semua selama ini tidak menjadi sia2 :)Wasabi punya impian, dan itu harus terwujud! :) tolong dukungan teman-teman semuanya yaaaa Arigatouuu

Jumat, November 14, 2008

The C A N C E R



The CANCER dirintis pada tahun 2004 dengan formasi : Ervan (Vocal), Teguh (Guitar), Lagon (Bass), Yohan (Drum) dan Yogie (Keyboard). Setelah mengalami bongkar pasang dan perubahan formasi personil karena keinginan untuk menyatukan kesamaan visi dalam bermusik -berbekal pengalaman, skill, talenta, karakter, kreativitas dan kepribadian serta latar belakang masing-masing personil- maka pada tanggal 31 Desember 2007 dibentuklah The CANCER dengan formasi baru : Ervan (Vocal), Tovan (Guitar), Lagon (Bass), Robby (Drum) dan Yogie (Keyboard).

"CANCER" diambil dari nama zodiak dari para personil yang kebetulan sama, yang kata orang melambangkan pekerja keras, tak pernah menyerah, penuh perjuangan.

Event-event musik yang pernah diikuti meliputi Festival band, Parade musik, Live musik dll. The CANCER sudah menggarap kurang lebih 4 album berisikan sepuluh lagu karya sendiri -jenis lagu komersil- hasil aransemen para personil yang punya ciri dan karakter The CANCER. Lagu-lagu tersebut telah dibuat dalam bentuk demo kaset dan CD yang berisikan sample lagu yang telah diproses dalam track.

So....kami tetap tidak pernah menyerah untuk terus berkarya karena kami yakin suatu saat kami pasti berhasil. Hidup The CANCER .....!

Muke Gile...!


.... Gi kalo gue bilang muke lu mirip-mirip Jacky Chan (suwer)......

"Yogi sang keyboardist"

Kelahiran : Majalengka
Alamat : Perum Taman Raya Bekasi H3 No.05 Tambun - Bekasi
Hp. 02133374740
Pengalaman : COUNTINITY FISH SQUARE The CANCER




Ini abangnya......

" Tovan gitaris kita "

Kelahiran : Jakarta
Alamat : Perum Taman Raya Bekasi Blok H3 No 10 Tambun – Bekasi
Hp. 02133374742
Pengalaman : Wasabi, Cancer Band



Klo ini adik-nya....

O b b y "Drummer"

Kelahiran : Jakarta
Alamat : Perum Taman Raya Bekasi Blok H3 No 10 Tambun – Bekasi
Hp. 02133374746
Pengalaman : Week_end, CANCER Band




Gon....gon...sleting lu ngebuka tu......

" Lagoon pada Bass "

Kelahiran : Jakarta
Alamat : Perum Taman Raya Bekasi Blok H3 No 10 Tambun – Bekasi
Hp. 02133374744
Pengalaman : G-spot, Cancer Band




.....Pan lhu lagi ngliatin apaan pan..... cicak kawin ya...?!?!?!?

E R V A N "tukang nyanyi"

Kelahiran : Jakarta
Alamat : Perum Taman Raya Bekasi Blok H3 No 10 Tambun – Bekasi
Hp. 02133374743
Pengalaman : Countinity SOULMATE, Cancer Band



The C A N C E R on picture